Thursday, June 24, 2010

Pintu Neraka di Bumi, The Door to Hell







MasyaAllah... Ngeriiiiiii....... Naudzubillahi mindzalik...

Fenomena itu dinamakan Darvaza atau The Burning Gate atau "Pintu Neraka". Terletak di wilayah gurun Karakum, Turkmenistan (Asia Tengah), tepatnya di sisi timur Laut Kaspia. Darvaza ini bukan fenomena alami, namun lebih kepada hasil perbuatan manusia (man-made) akibat kecelakaan pengeboran yang mirip dengan kasus Banjar Panji-1 di Porong, Sidoarjo.

Kawasan Laut Kaspia alias Danau Kapiskoye More karena laut ini pada hakekatnya sebenarnya adalah danau terbesar di Bumi) dikenal kaya akan kandungan hidrokarbon yang terjebak dalam reservoir2 karbonat. Bagian selatannya menjadi tempat cadangan hidrokarbon terbesar milik Iran. Sementara di sisi barat, berlebihnya cadangan hidrokarbon dan kondisi sedimen setempat memunculkan banyak sekali kantung lumpur (baca : diapir) di dalam tanah yang muncul ke permukaan sebagai mud volcano di Azerbaijan, tepatnya di sekitar kota Baku.

Sementara di sisi timur, di kawasan Turkmenistan, cadangan hidrokarbonnya pun luar biasa. Diperhitungkan ada 16,5 milyar ton hidrokarbon baik dalam bentuk minyak maupun gas yang terpendam di kawasan ini.


Mengapa AS menginvasi Afghanistan dan kemudian disusul Irak dan kini juga sedang bersiap melanjutkan petualangannya ke Iran, selain mendirikan pangkalan2 militer dan rudal di Asia Tengah ? Salah satu tujuannya untuk "menguasai" cadangan hidorkarbon yang melimpah di sekitar Laut Kaspia ini. Hanya, maksud itu 'dibungkus' dengan selimut anti-terorisme dan anti-nuklir yang ambigu dan sudah usang (ingat2 saja pidato pongah Hillary Clinton usai memenangi pemilihan pendahuluan di Pennsylvania, soal tekadnya menyerbu Iran).

Pada masa Uni Soviet, sekitar tahun 1970-1971, di tengah gurun Karakum dilakukan pengeboran eksplorasi setelah survei menyebut di sini ada potensi cadangan hidrokarbon yang ekonomis terjebak dalam karbonat. Namun survei itu sendiri tidak lengkap. Sebab karbonat di sini ternyata sudah berkembang menjadi karst yang bahkan sudah membentuk goa bawah tanah. Tanpa sadar mereka sedang mengebor goa !


Akibat pengeboran ini muncul retakan2 radial di sekeliling sumur yang melemahkan struktur batuan, dan mungkin karena influks air kedalamnya membuat
struktur ini gagal. Akibatnya keseluruhan lapisan sedimen di atas gua mendadak runtuh (subsidens), membuat keseluruhan rig dan bangunan2 disekitarnya (termasuk orang2 didalamnya) terperosok ke dalam cekungan besar (kawah) bergaris tengah 100 m. Dari kawah ini menyembur gas. Takut ada kandungan gas beracun, maka diputuskan agar gas ini dibakar saja (seperti biasa dilakukan di sumur2 minyak). Dan selama 37 tahun kemudian apinya tetap menyala tanpa terputus..

Sedikit out of topic, kalau kita baca publikasi2 Juris Zarin dan Nicholas Clapp tentang situs Ubar/Iram di Oman (sempat diulas dikit oleh Harun Yahya dalam The Perished Nations-nya ketika bercerita tentang kaum Aad) sebagian besar dari situs oasis ini juga runtuh oleh proses subsidens yang sama dengan Darvaza, yakni kegagalan struktur di atas goa bawah tanah. So setelah menjadi pusat pemerintahan suku Aad dan hancur oleh bencana angin topan dahsyat yang kemungkinan dipicu oleh jatuhnya asteroid di Kawasan Teluk Persia pada 2200 BCE, situs Iram masih bertahan (utuh) di atas permukaan Bumi untuk menjadi bahan pelajaran dan renungan manusia hingga akhirnya runtuh ke dalam cekungan yang mendadak terbentuk di sekitar 100 - 200 CE. Beberapa puluh km di dekat Iram juga dijumpai Struktur Habhab, juga di Oman, yang semula dicurigasi sebagai salah satu kawah tumbukan benda langit, namun penyelidikan lapangan menunjukkan struktur ini juga merupakan cekungan subsidens. So cekungan subsidens memang umum dijumpai di kawasan kaya karbonat yang melimpah di Timur Tengah dan Asia Tengah.

Pelajaran berharga dari kasus Darvaza : berhati-hatilah bila mengebor. Memang lubang bor yang terbentuk hanya berdiameter beberapa inci, namun retakan2 radial yang dibentuknya bisa menjalar hingga radius puluhan meter dari lubang. So bila sumur tak diberi pelindung dan ada "sesuatu" di bawah sana, ia bisa menjalar ke mana2. Sayangnya, kemungkinan besar itulah yang terjadi pada Mei 2006 di sumur Banjar Panji-1, Porong, Sidoarjo. Sudah tahu itu wilayah beresiko tinggi karena banyaknya diapir dan berada di jalur patahan Watukosek, malah nekat ngebor dengan melanggar prosedur. Akibatnya ya pecah formasi-lah, dan memicu salah satu diapir memuntahkan isinya. "Beruntung" ada Gempa Yogya 27 Mei 2006, hingga kesalahan itu bisa ditutupi dan dikambinghitamkan ke alam.

5 komentar:

priyess said...

Subhanallah....

speaker mini said...

Halo salam kenal.mau ajakin tukeran link nih.Link anda sudah saya pasang di http://speakermini.blogspot.com pasang link gw juga ya...

link : http://speakermini.blogspot.com
nama : Speaker Mini

makasih

DADA CHANDRA RAMADHAN! said...

Piraku ah, asa cang caya pisan!!!

Da sanyaho aing mah jannah jeung naraka mah ayana oge di 'alam aherat, asa mustahil aya di 'alam dunya!!!

Mun naraka ayana di palanet bumi, nya manggeus sawarga (jannah) ayana dimana atuh?...
Piraku ayana di wiati (langit)?...
Da ceuk dewek mah asa teu nyari lamun naraka teh ayana di palanet bumi jeung jannah (sawarga) ayana di wiati (langit)!!!

Jeung da asa euweuh hijina oge ayaat Alqur'an anu mastikeun jeung anu ngajentrekeun yen naraka teh ayana di 'alam dunya!!!

Tong boro naraka atuh, da geuning bet lokasi 'alam barzakh ge dugikeun ka ayeuna masih keneh teu dipikawanoh ku jalma nu hirup di 'alam dunya ieu!

'Alam Barzakh oge mencan dipikawanoh, komo deui jojol ber ngapung ka 'alam naraka anu lokasina leuwih tebih ti 'alam dunya!

WKWKWKWKWKWKWK!!!

Hampura, Ah!!!
Ceuk dewek mah asa teu logis!!!

Tapi Gusti Allah anu maha uninga mah!

Wallahu'alam!

DADA CHANDRA RAMADHAN! said...

Ceuk dewek mah yen naraka teh ayana teh di 'alam aherat, sanes di 'alam dunya.

Saleresna dina luhureun naraka teh aya jambatan anu disebat ku ngaran Sirot.
Kanjeng Nabi Muhammad sang Rosululloh Saw ngadawuh: "Sim abdi diwartosan yen eta jambatan (Sirot) teh leuwih leueur tibatan buuk jeung leuwih seukeut tibatan pedang (Anu seukeut tur teu mintul)!". (Hadits Shohih Riwayat Imam Muslim).

Salain eta, di jero naraka oge aya salapan belas urang malaikat nu ditugaskeun jang ngajebrodan sakabeh hamba Alloh nu gableg dosa salila hirup di 'alam dunya!

Kanjeng Nabi Muhammad Rosululloh Saw ngadawuh: "Sasaha bae manusa anu hoyong disalametkeun ku Gusti Alloh tinu jebrodan malaekat Zabaniah anu aya salapan belas urang (Malaekat anu janten satpam naraka), mangka mararaneh teh kudu osok macakeun kalimah Basmallah: 'Bismillahirahmanirahiim (Kalayan nami Gusti Alloh nu maha mikaasih tur nu maha mikanyaah), nescaya Gusti Alloh bakal mangngajieunkeun jannah tinu unggal hiji-sahiji hurupna!". (Hadits Shohih).

.

Simpelna nyaeta mun ceuk dewek mah eta teh sanes lawang ka seuneu naraka!

Namung Gusti Alloh anu maha Uninga mah!

Wallahu'alam Bishowab!

Wassalam!

obat herbal maag kronis said...

eta mah babalongan anu aya patromak na nya??
hikhikhik...

Post a Comment