Sunday, March 29, 2009

Tips Mencegah Menghindari Flu Singapore | Enterovirus 71 (virus EV71) | Hand, Foot, and Mouth Disease (Flu Singapore)

Sedikit Informasi mengenai kesehatan yang saat sedang menjadi fokus beberapa negara yang di kenal dengan Hand, Foot, and Mouth Disease (Flu Singapore), berikut berita mengenai Flu Singapore, Apa itu Flu Singapore, Penyebab Flu Singapore, Cara Penularan Flu Singapore dan Tips Mencegah Flu Singapore.


Kementerian Kesehatan Cina mengeluarkan perintah siaga nasional karena merebaknya virus maut yang telah merenggut jiwa 23 anak-anak di satu kota dengan cepat. Peningkatan kesiagaan dilakukan karena melonjaknya kasus penyakit yang disebabkan virus Enterovirus 71 atau EV-71, satu jenis penyakit kaki, mulut dan tangan. Fenomena ini tampaknya harus diantisipasi dengan cermat dan cepat oleh masyarakat khususnya pihak departemen kesehatan.



Bukankah penyakit SARS dan flu burung juga diawali terjadinya di daratan Asia tersebut ? Tetapi justru selanjutnya di Indonesia

penyakit yang berpotensi pandemi itu sering lebih sulit dikendalikan di Indonesia.



Bagi masyarakat Indonesia kejadian luar biasa tersebut sebenarnya mungkin merupakan hal yang biasa. Karena, infeksi kaki, tangan dan mulut adalah suatu yang sering terjadi di Indonesia. Yang menjadi tidak biasa adalah penyebabnya Enterovirus 71, yang cukup mematikan. Dalam era globalisasi dimana tranportasi serta perpindahan penduduk antar negara yang demikian pesat bukan tidak mungkin penyakit yang sangat cepat penyebarannya itu nantinya berpotensi mengancam masyarakat Indonesia. Kejadian luar biasa yang ditemukan di bagian selatan Cina memicu kekhawatiran bahwa virus itu kemungkinan akan menyebar, karena bulan Juni dan Juli dianggap sebagai musim puncak penyakit ini



Infeksi Kaki, Tangan dan Mulut

Dalam masyarakat infeksi virus tersebut sering disebut sebagai "Flu Singapore". Dalam dunia kedokteran dikenal sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau penyakit Kaki, Tangan dan Mulut ( KTM ). Penyakit KTM ini adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus RNA yang masuk dalam famili Picornaviridae, Genus Enteroviru. Genus yang lain adalah Rhinovirus, Cardiovirus, Apthovirus. Didalam Genus Enterovirus terdiri dari Coxsackie A virus, Coxsackie B virus, Echovirus dan Enterovirus.

Penyebab KTM yang paling sering pada pasien rawat jalan adalah Coxsackie A16, sedangkan yang sering memerlukan perawatan karena keadaannya lebih berat atau ada komplikasi sampai meninggal adalah Enterovirus 71.



Satu kelompok dengan infeksi KTM adalah vesicular stomatitis dengan eksantema (KTM)- Cox A 16, EV 71, vesikular faringitis (Herpangina) - EV 70 dan Acute Lymphonodular Pharyngitis - Cox A 10.



Penyakit ini sangat menular dan sering terjadi dalam musim panas. KTM adalah penyakit umum yang biasa terjadi pada kelompok masyarakat yang sangat padat dan menyerang anak-anak usia 2 minggu sampai 5 tahun. Orang dewasa umumnya kebal terhadap Enterovirus. Penularannya melalui kontak langsung dari orang ke orang yaitu melalui droplet, pilek, air liur, tinja, cairan dari vesikel atau ekskreta. Penularan kontak tidak langsung melalui barang, handuk, baju, peralatan makanan, dan mainan yang terkontaminasi oleh sekresi itu. Tidak ada vektor tetapi ada pembawa penyakit seperti lalat dan kecoa. Penyakit KTM ini mempunyai imunitas spesifik, namun anak dapat terkena KTM lagi oleh virus strain Enterovirus lainnya. Penyakit tangan, kaki dan mulut adalah penyakit umum dan penyebarannya dapat terjadi di antara kelompok anak, misalnya di sekolah atau di tempat penitipan anak. Penyakit tangan, kaki dan mulut biasanya tersebar melalui hubungan sesama manusia. Virus ini tersebar dari kotoran seorang yang terkena ke mulut orang lain lewat tangan tercemar, tapi bisa juga disebarkan lewat lendir mulut atau sistem pernapasan dan sentuhan langsung dengan cairan di dalam lepuhnya. Sesudah berhubungan dengan orang yang terkena, biasanya makan waktu di antara 3-5 hari baru lepuhnya timbul. Selama masih ada cairannya, lepuh ini bisa menulari. Virus ini bisa berminggu-minggu berada di dalam kotoran.





Manifestasi klinis/Gejala



Penyakit tangan, kaki dan mulut yang ringan biasanya disebabkan oleh Coxsackievirus. Anak usia di bawah 5 tahun sering terkena infeksi virus ini, meskipun pada orang dewasa dapat juga terjadi. Infeksi Coxsackievirus mungkin sama sekali tidak menunjukkan gejala atau hanya ringan



Gejala penyakit diawali dengan demam tidak tinggi 2-3 hari, diikuti nyeri tengorokan atau infeksi tengorokan (faringitis), sulit makan dan minum karena nyeri akibat luka di mulut dan lidah. Kadang disertai sedikit pilek atau gejala seperti flu. Timbul vesikel yang kemudian pecah, ada 3-10 ulcus atau luka dimulut seperti sariawan di sekitar lidah, gusi, pipi sebelah dalam, terasa nyeri sehingga sukar untuk menelan. Bersamaan dengan itu timbul rash atau ruam atau vesikel (lepuh kemerahan/blister yang kecil dan rata), papulovesikel yang tidak gatal ditelapak tangan dan kaki.

Kadang-kadang rash atau ruam (makulopapel) ada dibokong.



Pada bayi atau anak usia di bawah 5 tahun yang timbul gejala berat harus dirujuk ke rumah sakit. Gejala yang dianggap berat adalah hiperpireksia (suhu lebih dari 39oC) atau demam tidak turun-turun, denyut jantung sangat cepat (Tachicardia), sesak, malas makan minum, muntah atau diare dengan dehidrasi, badan sangat lemas, kesadaran turun atau kejang-kejang.



Komplikasi yang dapat terjadi pada penyakit ini adalah infeksi selaput otak atau meningitis (aseptic meningitis, meningitis serosa atau non bakterial), infeksi otak atau encefalitis (bulbar), infeksi otot jantung atau miokarditis (Coxsackie Virus Carditis) dan perikarditis, paralisis akut flasid (Polio-like illness), infeksi paru atau pneumonia. Resiko untuk terjadi ancaman jiwa lebih sering terjadi pada infeksi Enterovirus 71, sedangkan virus Coxsackie sangat jarang terjadi ancaman jiwa kecuali pada penderita dengan kondisi daya tahan tubuh yang menurun.





Diagnosis Laboratorium



Diagnosis laboratorium adalah dengan mendeteksi virus melalui Immuno histochemistry (insitu) Imunofluoresensi antibodi (indirek), Isolasi dan identifikasi virus. Pemeriksaan lain dengan mendeteksi RNA seperti RT-PCR Primer, partial DNA sekuensing (PCR Product). Sebenarnya secara klinis atau tanpa pemeriksaan laboratorium sudah cukup untuk mendiagnosis KTM.

Sedangkan melalui pemeriksaan penunjang tersebut dapat diketahui apakah penyebabnya Coxsackie A-16 atau Enterovirus 71.



Penanganan



Penanganan penyakit ini tidak ada yang khusus, karena merupakan penyakit "self limiting disease" atau penyakit yang sembuh sendiri dalam 7-10 hari.

Penderita perlu istirahat karena daya tahan tubuh menurun. Obat golongan paracetamol atau penurun panas digunakan dalam penganan demam yang terjadi. Dalam keadaan tertentu dapat diberikan Immunoglobulin IV (IGIV) pada pasien dengan daya tahan tubuh yang menurun seperti pada bayi.

Pemberian cairan cukup untuk dehidrasi yang disebabkan sulit minum dan demam.



Pencegahan dan Antisipasi



Perilaku hidup sehat dan bersih adalah pencegahan dan perlindungan terbaik. Sebaiknya mencuci tangan dengan sabun dan air sesudah ke WC, sebelum makan, sesudah membuang ingus dan sesudah mengganti popok atau pakaian kotor. Pinjam-meminjam cangkir, sendok garpu, alat kebersihan pribadi misalnya handuk, lap muka, sikat gigi dan pakaian, terutama sepatu dan kaus kaki adalah perilaku yang berpotensi mempercepat penyebaran penyakit ini. Mencuci pakaian kotor harus dengan baik dan higienis.

Perilaku batuk dan bersin, sebaiknya harus menutup mulut dan hidung dengan baik. Bersihkanlah hidung serta mulut dengan tisu wajah, sesudah dipakai sekali buanglah, kemudian cucilah tangan. Anak yang terkena penyakit tangan, kaki dan mulut seyogyanya jangan dulu ke sekolah atau tempat penitipan anak sampai lepuhnya mengering. Penyakit ini sebaiknya dilaporkan kepada pengurus tempat penitipan anak atau kepala sekolah untuk dilakukan pencegahan dengan baik.



Seperti halnya infeksi virus pandemi lainnya seperti SARS atau flu burung, fenomena infeksi Enterovirus 71 di bagian selatan Cina tersebut sangat berpotensi menyebar di Negara Indonesia bila tidak dilakukan antisipasi dengan baik. Meskipun diakui untuk melakukan skrening atau deteksi manusia yang masuk dari negera tersebut ke Indonesia sulit dilakukan. Paling tidak departemen kesehatan dan berbagai jajarannya termasuk tenaga medis di Indonesia nantinya harus cepat dalam mengantisipasinya. Tindakan yang mungkin segera dapat dilakukan oleh pemerintah adalah melakukan "traveller warning" kepada masyakat Indonesia dalam berkunjung ke daerah yang berpotensi terjadi penularan. Nantinya harus lebih dicermati apakah infeksi KTM yang terjadi di dalam masyarakat adalah Coxsackie A 16 atau Enterovirus 71. Untuk itu diperlakukan penemuan kasus dan pelaporan yang baik dan terkoordinasi bila terjadi. Jangan sampai infeksi enterovitrus 71 sudah banyak mengancam nyawa anak Indonesia, tetapi tindakan antisipasi baru dilakukan.





Tips Menghindari Mencegah Virus EV71



Enterovirus 71 (virus EV71) kini sudah menyerang Indonesia. Namun, penularan penyakit itu sebenarnya bisa dihindari dengan melakukan beberapa Tips sederhana.



Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2ML) Departemen Kesehatan (Depkes) Dr Tjandra Yoga Aditama menjelaskan, penularan virus

EV71 bisa melalui ludah, tinja, dahak, sekret hidung, dan cairan vesikel.

Metode penularan virus tersebut antara lain bisa melalui barang yang terkontaminasi seperti piring dan gelas.



Tips untuk Mencegah virus biang hand foot and mouth disease itu adalah cuci tangan secara yang benar dan bersihkan alat-alat bermain dengan air dan sabun untuk menghindari penularan melalui alat bermain kepada anak lain.



Cara tersebut juga perlu dilakukan para orang tua, guru dan pegawai TPA, karena mereka juga dapat terinfeksi melalui tangan dari tinja yang berasal dari popok bayi atau balita saat menceboki atau mengganti popok.



Selain itu, anak yang sakit dianjurkan tidak boleh masuk sekolah dulu.

Sebab, pasien sangat menular pada minggu pertama sakit.



Sumber: PdPersi


21 komentar:

rampadan said...

Makin banyak aja penyakit sekarang ini.

Kahono said...

@rampadan
Jaman makin maju penyakit ikut maju... weleh2 gak mau ketinggalan ya bro..

Anonymous said...

anak saya baru saja sembuh. dia anak ketiga di daerah saya yang terkena. yang lainnya karena kurang mampu tidak kedokter. jadi hanya diberikan obat sariawan saja. anaksaya di kasih anti virus berupa puyer berwarna biru. ada bintik2 di tangan dan di pantat seperti luka.

duh gimana lagi ya. padahal mandi sekeluarga selalu air di bak di kasih detol, sabun si kecil tersendiri dari ortu. makanan sebisa mungkin sayur dan lauk.

tapi kalau anak tetangga tetap begitu ya percuma

imam said...

anak saya kemarin panas badannya hingga 38 drajat celcius, trus ke dokter anak, dokter bilang ini ada indikasi flu singapore, oleh dokter hanya diberi obat radang tenggorokan dan vitamin,sedang kan untuk imunitas dan obat panas masih ada dirumah, anak saya tidak mau makan dan minum, utk pola makan saya anggap sudah cukup 4 sehat 5 sempurna, begitupun untuk mandi dan sabun anak saya juga tersendiri terpisah dari ortunya.utuk mencegah penyakit ini terus gimana dong???

endah wiens said...

aduh nih penyakit berbahaya sekali ,kemarin keponakan teman saya meninggal krn penyakit ini padahal sdh dirawat di RS besar di Surabaya dan ttp tdk tertolong....apakah tidak ada obat yg bisa menyembuhkan???

ani said...

sudah 2x anak saya terserang pnyakit ne,dulu blm tau kalau terkena pnyakit ne,yg ke 2 baru tau,n baru 2 hari anak sy smbuh,trnyata stlh sy baca artikel ne,pnykit ne menular n bs mnyebabkan kematian,mnngerikan skali.ponakan sy 2 org jg trserang pnyakit ne.

Anonymous said...

cuma ini obatnya: bertobat, banyak berdoa, berbuat kebaikan kepada sesama manusia, krn akhir jaman sdh di depan mata (krn tanda2 nya sdh mulai kliatan).

ovimeilia said...

aku lgi kena pnyakit ini nii >.<
haduh..lemes bnget..doain cpt smbuh ya..

hyakken said...

Anak saya, 2 anak kakak saya dan anak adik saya juga lagi sama sama kena. Kasihan banget perut lapar mau makan tapi mulut sakit, haus mau minum pun ga berani. Padahal ga boleh ampe dehidrasi. Yah, bagaimana kita sebagai ortu harus berusaha bagaimana caranya agar mereka mau minum cukup.

witrie said...

anakku semalam aku bw ke rs dikatakan anakku terkena virus singapore tapi tidak di rujuk untuk rawat, bahkan tidak di infokan untuk di isolasi... gmn ya jadinya

Dr said...

minum air yang banyak, minum air kelapa jangan dicampur apa2 utk usia diatas 5 thn.bila tekena virus singapore

Anonymous said...

cucu saya 2 hari lalu juga kena virus ini, usia baru 1 tahun lebih 2 bln, sekarang dlm proses recovery, untungnya masih doyan makan. kita berdoa semoga Tuhan selalu menyembuhkan anak-anak, karena yang terbesar di sorga adalah anak-anak.

Linda said...

adek saia baru 2 hari kena penyakit ini. Udah ke dokter, dan dikasih obat dan salep. Tapi dia selalu mengeluh gatal dan bintik-bintik merah di tangan dan kakinya tambah banyak. Ada gak ya cara buat biar bintik merahnya gak terlalu gatal, dan ada saran obat apa ya? Terimakasih.

Yuliana said...

Anak sulung saya minggu lalu terserang penyakit dengan ciri2 mirip flu singapore, awalnya hanya radang di langit2 mulutnya. Setelah diberi antibiotik oleh dokter, demamnya reda, namun keluar bintik2 merah besar di telapak kakinya dengan rasa gatal dan perih. Penyakit menular ke adiknya, namun dengan kondisi lebih parah, langit2 mulutnya meradang, pipi sblh dalam sariawan, diberi antibiotik oleh dokter, demamnya reda, namun timbul bintik2 besar dan kecil di seluruh tubuh dan wajah. Saya bawa ke dokter, menurutnya ini bukan flu singapore yang gejalanya hanya di mulut, telapak tangan dan kaki. Apakah ini virus baru, ataukah flu singapore yang lebih ganas??? Dokter hanya memberi vitamin untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya. Syukurlah lepuh di tubuhnya mulai mengering sebagian.

erni dyan said...

anak sya umur 19 bulan terserang penyakit ini, semalam dr dokter cm diksh obat turun panas sm antibiotik....adakah obat yg paling cepet?? klo air kelapa untuk anak sya gmn ya blh gak?

wid putra said...

ANAKku sekarang spt itu,apakah iya,bulan kmaren spt itu tp sembuh dkasih penurun panas sanmol,sm obat sariawan candistin,tp bulan ini kambuh lg n tambah parah,posisi lg kerja ini,,,,,stressss

Anonymous said...

is it true that the disease bring someone to death?

Anonymous said...

Saya hr ni berobat k dokter n kata dokter terkena virus singapore...tapi mulut tangan n kaki saya ga timbul bercak merah..cuma saya merasakan sakit d tenggorokan...terasa haus terus...wlau habis minum air...putih byk...pertanyaan saya klw virus ini d prediksi byk menyerang anak2 terutama balita..apakah virus itu bs bermuta si n menjadi lbh ganas hingga saya bs terkena virus tersebut

Anonymous said...

Bagaimana dengan anak yang pernah mendapatkan penyakit ini? apakah visrus ini bisa menyerang lagi?

Anonymous said...

anak saya jumat lalu terkena virus ini. anak saya baru 6 bulan jadi tidak bisa mnm susu n dakan bubur akhirx nangis terus. akhirx saya putuskan rawat inap karena saya takut kekurangan cairan n berakibat fatal. setelah dikasih antibiotik tyason anak saya bernagsur pulih dan hanya 3 hari di rumah sakit..

Anonymous said...

Anak saya baru saja sembuh dari sakit flu singapore. Dokter bilang, ini alergi akibat debu.
Tapi melihat gejaka dan ciri2nya mirip sekali dg flu dingapore. Ada lesi di tangan,telapsk tanga,kaki dsn telapak kaki, tetapi di badan tidak ada. Mulutnya juga tidak sariawan. Dokter hanya memberi multivitamin,dan cream buat ruam2nya saja, dalam 3 hari lesinya kering. Diusahakan dia tetep ASI agar tdk kekurangan cairan(baby umur 20m). Flu singapore setau saya berbahaya, tapi klo di Indonesia, virus yg menjakit lebih ringan. Jadi tergantung daya tahan tubuh si korban. Moga aja cepet ditemukan obat ato antibiotiknya, biar gak bikin panik.

Post a Comment